Rabu, 12 Desember 2012

tips menghemat bahan bakar vixion

1. Meningkatkan kompresi mesin

Satu hal yang patut diingat semakin tinggi kompresi mesin maka, pembakaran bahan bakar di ruang bakar mesin makin sempurna. Bila hal itu terjadi maka jumlah bahan bakar yang dibutuhkan juga semakin sedikit. Tetapi ini tidak berarti harus memangkas head piston silinder, tetapi cukup mengurangi ketebalan packing atau menggunakan piston dengan dome tinggi.

2. Atur klep

Langkah lain yang tak penting adalah mengatur posisi klep. Satu hal yang harus diingat, jangan sampai posisi klep terlalu longgar atau terlalu rapat. Sebab bila hal itu terjadi akan mengakibatkan tenaga motor loyo.

Cara untuk mengukur posisi klep yang pas adalah dengan menarik gas bila dengan sedikit tarikan tenaga sudah cukup terasa berarti posisi klep sudah pas. Dengan posisi seperti itu, maka asupan bahan bakar yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak. Karena setiap kali kita menarik gas kuat-kuat agar motor melesat, saat itu pula kucuran bahan bakar juga banyak.

3. Servis karburator atau injektor

Servis yang dimaksud tidak sekadar membersihkan spuyer atau saluran bensin dari kotoran. Perlu juga mengatur ulang posisi pelampung serta sekrup udara. Hal ini penting dilakukan, pasalnya karburator merupakan peranti untuk memasok bahan bakar ke ruang bakar mesin.

Bila posisi pelampung tidak tepat, atau karburator kotor maka pasokan juga tersendat. Saban kali kita menarik gas dalam-dalam agar motor tidak tersendat, saat itu pula asupan bahan bakar yang disedot ruang bakar juga semakin besar.

Begitu pula bila motor telah menggunakan peranti injektor sebagai sarana pengabutan bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar. Atur atau setel ulang pompa bahan bakar, bersihkan peranti itu. Semakin lancar semprotan bahan bakar maka semakin irit pula konsumsi bahan bakar.

Tak hanya itu. Ketepatan asupan bahan bakar juga menjadikan pembakaran di mesin makin sempurna. Dengan sempurnanya pembakaran, tenaga yang dihasilkan juga makin sempurna. Ihwal besaran tenaga itu bervariasi.

4. Ganti atau bersihkan busi

Seperti diketahui, busi merupakan peranti untuk memantik api atau memercikkan api yang dibutuhkan dalam proses pembakaran. Bila percikan api tak sempurna atau busi gagal memercikkan api dengan baik, akan terjadi gagal bakar.

Setiap kali percikan terjadi dan gagal bakar, saat itulah banyak bahan bakar yang terbakar percuma. Walhasil, jumlah bahan bakar yang dikonsumsi pun lebih besar.

Lantaran itulah, sebaiknya membersihkan busi secara rutin dan mengatur kerapatan antara sumbu busi dengan kepala busi (yang ada di bagian pangkal busi). Bila busi sudah tak layak sebaiknya diganti, lebih baik mengeluarkan biaya sekali ketimbang boros bahan bakar setiap hari.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites