Rabu, 12 Desember 2012

LASAN YAMAHA TIDAK MEMAKAI CAKRAM


Lagi hangat-hangatnya peluncuran Honda New Mega Pro, yang selanjutnya di banding-bandingkan dengan Yamaha Byson yang launching setelah Iedul Fitri.
Salah satu poin penting yang menjadi kekurangan Yamaha Byson adalah tidak adanya rem cakram belakang alias rear disk brake.
Kalo disebut secara fungsi rem tromol sudah cukup mumpuni. Saya 135 % percaya.
Namun kebiasaan orang Indonesia menginginkan sesuatu dari tampilan atau gengsi terlebih dulu. Sebagai contoh trend Blackberry. Coba amati, banyak yang menggunakan BB hanya untuk internetan. Atau merasa eksis dengan BB Messenger.
Kembali ke topik !
Mengapa ya motor-motor Yamaha asli Indonesia tidak ada yang menerapkan fitur rem cakram belakang. Sejak dulu hingga sekarang.
Dari jaman Yamaha V75, V80, Super Deluxe, Excellent, Alfa, Champ, Force 1, F1Z, F1ZR, Crypton, Vega, Jupiter, Jupiter Z, Vega R, Jupiter MX, VegaZR, Jupiter Z 115…semua pake rem belakang tromol.
Atau Yamaha L2, RS 100, RX 100, RX S, RX K, RX Special, RX King, RX X, RZR sampai Vixion juga rem belakang drum.
Namun kontradiktif sekali, fitur rem cakram belakang justru dipasang di motor CBU Yamaha. Sebut saja : Tiara, 125Z, Touch, TZM sampai dengan X1R dan R15 semua menerapkan rear disk brake.
Jawabannya kita dapat dari Paulus Sugih Firmanto, GM Promotion and Motorsport YMKI di artikel ini atau kalo berat mbukanya artikel itu saja. Saya kutip saja:
“Kalau dipaksa pakai disk brake belakang harganya bisa bertambah Rp 700 ribu sampai 1 jutaan,” prediksi Paulus.
Nah ketahuan kan sebabnya.
Harga satu set rem cakram memang segitu. Tapi kok merk lain berani pasang rem cakram dengan harga motor yang masih manusiawi, misal Honda Supra X 125, New Mega Pro, Kawasaki Athlete dan Suzuki Shogun SP.
Sekarang kita tebak-tebak saja kenapa kok bisa begitu:
  1. YMKI tidak mau rugi kalo memberi diskon terlalu besar.
  2. YMKI ingin mencari untung lain dengan menjual part aftermarket.
  3. Atau karena material rem cakram yang digunakan Yamaha berkualitas tinggi sehingga harganya lebih mahal. Walapun merk lain menggunakan merk Nissin sedangkan Yamaha tidak menggunakan merk terkenal, namun jangan-jangan mutunya melebihi Nissin.
Kira-kira jawabannya yang mana?
Atau ada alasan lain (ingat pertanyaannya adalah kenapa kalo pasang cakram belakang harganya bisa melonjak segitu)

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites